Bismillahirrahmanirrahim. ------ Assalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh ---- Ahlan wa sahlan wa marhaban biqudumikum lana. Selamat datang di blog ini, semoga bisa memperoleh hikmah di dalamnya.---- Selamat menunaikan Ibadah Puasa Ramadhan 1433 H. semoga amal ibadah kita diterima oleh Allah SWT,

Kamis, 25 Agustus 2011

Apa Maksud Allah Menurunkan Syari'at-Nya?


AL-MAQASHID AL-TASYRI’
(Apa maksud Allah menurunkan Syariat-Nya)


Memasuki hari ke duapuluh dua bulan Ramadhan, bertepatan dengan tanggal 22 Agustus 2011, seperti biasanya diadakan ceramah ba’da shalat Zhuhur yang dipusatkan di ruang sidang PA Masohi. Bertindak sebagai penceramah adalah IBRAHIM AHMAD HARUN, S.Ag, Hakim PA Masohi dengan tema “Al-Maqashid Al-Tasyri’ “.
Apa maksud Allah menurunkan Syariatnya? Kita lihat dalam Al-Quran Allah berfirman “Dan Kami tidak mengutus engkau (Muhammad) melainkan menjadi rahmat bagi seluruh alam” (QS.21:107). Kesimpulan dari ayat diatas bahwa Allah menurunkan syariatnya melalu Nabi Muhammad SAW ialah untuk menjadi rahmatan lill’alamiin. Dalam kitab Ushul Fiqh dikatakan bahwa Allah menurunkan syariat untuk kemaslahatan manusia, Tutur beliau mengawali ceramahnya.

Lebih lanjut beliau katakan bahwa tujuan disyariatkannya Islam adalah untuk kemaslahatan kita bukan untuk Allah, bukan pula untuk Rasulullah. Dalam Hadits Qudsi dikatakan bahwa “jika seandainya seluruh ummat manusia itu beriman dari zaman Adam sampai hari kiamat, tidak akan menambah sedikitpun dari kekuasaan Allah” begitupun sebaliknya, sambung beliau.
Dalam mewujudkan kemaslahatan itu ada lima hal yang harus dijaga dalam diri kita yaitu agama, jiwa, akal, keturunan dan harta. Salah satu contohnya untuk menjaga akal, Allah mengharamkan minum minuman khamar. Ketika Allah memerintahkan atau melarang sesuatu biasanya selalu diikuti dengan maksud dari kewajiban/larangan itu, seperti diwajibkan berpuasa adalah agar kita bertaqwa.
Pada intinnya Semua ajaran Allah dalam Al-Quran dan Hadits baik perintah maupun larangannya bermuara untuk menjaga kelima hal tersebut, Pungkas beliau.
Antusias jama’ah sangat terasa ketika dibukanya sesi tanya jawab, apalagi pertanyaan apa maksud disyariatkannya Poligami, yang kemudian dijawab oleh beliau sendiri selaku penceramah dan dari nara sumber yang lain.
Semoga kegiatan seperti ini dapat menambah khasanah pengetahuan kita dan mendapat pahala serta ridho dari Allah SWT, Amin. (Endang M/Tim TI)

Dikutip dari : http://pa-masohi.go.id/index.php?option=com_content&view=article&id=332:al-maqashid-al-tasyri-apa-maksud-allah-menurunkan-syariat-nya&catid=1:latest-news&Itemid=142